en id

Berita

SOSIALISASI PENCEGAHAN TINDAK KRIMINAL PENYELUNDUPAN BIBIT LOBSTER

29 Jun 2016

kembali ke list


PRAYA (27/06) - Peran bandara saat ini tidak hanya sebagai pintu gerbang transportasi udara, tetapi juga sebagai pintu gerbang perekonomian, penunjang kegiatan pariwisata, dan perdagangan. Keberadaan bandara menjadi sangat penting guna memajukan wisata dan perekonomian daerah. Pulau Lombok contohnya, akhir - akhir ini menjadi tujuan wisata yang banyak diminati baik oleh warga negara Indonesia maupun warga negara asing. Tidak diragukan lagi keindahan alam Pulau Lombok mampu menarik perhatian para wisatawan.

Oleh sebab itu, Lombok International Airport senantiasa turut serta dalam menjaga kelestarian alam guna mempromosikan dan mempresentasikan pariwisata Pulau Lombok itu sendiri. Salah satu upaya yang hari ini dilaksanakan yaitu mendukung pencegahan berbagai tindak kriminal Penyeludupan Bibit Lobster dan hasil laut lainnya. Balai Karantina Ikan,Pengendalian Mutu Keamanan Hasil Perikanan (KIPN) Kelas II Mataram menggelar Sosialisasi ke Masyrakat khususnya dalam rangka Pelayanan Publik di Lombok International Airport. Balai Karantina Ikan ( KIPN ) mengingatkan : 

1. Setiap melakukan kegiatan pengiriman media pembawa ikan ( ikan/produk perikanan) wajib: 

a. Dilengkapi Sertifikat Kesehatan Ikan/ Health Certificate Fish and Product dari daerah asal/negara asal

b. Melalui tempat pemasukan / pengeluaran yang telah ditetapkan

C. Dilaporkan dan diserahkan kepada petugas Karantina Ikan untuk keperluan tindakan Karantina

2.Demi kelestarian, keberlanjutan dan kesejahteraan masyarakat dilarang menangkap, memperdagangkan dan melalulintaskan :

A. Kepiting dan Lobster berat dibawah 200

B. Kepiting soka berat dibawah 150 gram

C. Rajungan berat dibawah 55 gram dan atau dalam keadaan bertelur (PERMEN-KP No. 01 tahun 2015)

Sosialisasi ini dilaksanakan juga untuk memberikan tambahan pemahaman bagi para penumpang dan mitra usaha / kerja perusahaan.